Jalur Kata Kereta Kita

Mencatat perjalanan kereta rel listrik (KRL) menyusuri jalur kata-kata.

Selasa, 18 Februari 2014

Menuju Dingin















Puisi Setiyo Bardono

Dalam helaan nafas lebih panjang,
kanak-kanak berlarian memasuki relung
kesadaran terseok mengeja papan nama.

Di negeri sekian peri, pengais mimpi
kehilangan kepak, sapu terbang melata
menghempaskan perih serbuk mimpi,
berhamburan jelata di lantai kereta.

Depok - Bogor, 20 Maret 2008
Diposting oleh Unknown di 16.19
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2016 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2014 (31)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (11)
    • ▼  Februari (15)
      • Puisi Kuliner di Stasiun dan Sekitarnya
      • Mejeng di Acara Ada-Ada Saja Trans TV - 19 Juni 2010
      • 2 Puisi Kereta di Buletin Jejak
      • Puisi Kereta Mejeng di Pinggiran Danau Zug, Swiss
      • 4 Puisi Kereta di Buku Antologi Resonansi
      • 4 Puisi Kereta di Buku Empat Amanat Hujan
      • Titian Rel Air Mata
      • Dua Puluh Detik! Yang Menentukan
      • Menyaruk Iba
      • Tahu Sumedang
      • Menuju Dingin
      • Percakapan Atap Kereta
      • Lipatan Karcis
      • Mudik Setiap Saat
      • Aku Mencintaimu Dengan Sepenuh Kereta
Tema Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.